Bahdin dan Astri Ivo Berikan Tausiyah Tentang Keluarga SAMARA
Pengajian Akbar Medan Johor, Selasa (16/3) bertempat di Aula Jabal Nur Asrama Haji Pangkalan Masyhur Jl Jend. Abdul Haris Nasution menggelar Talk Show “Membina Keluarga SAMARA (Sakinah, Mawaddah wa Rahmah)” dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1431 H menampilkan dua narasumber yakni tokoh pemerhati pendidikan sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang juga Calon Walikota Medan periode 2010-2015, H Bahdin Nur Tanjung, SE MM dan Muballighah & Penulis Buku Hj Astri Ivo yang juga seorang artis dari Jakarta didampingi oleh Erina Rusdian Sari, seorang Konsultan, Pemerhati Pendidikan & Parenting Bogor.
Acara tersebut mendapat sambutan hangat dari sekitar seribuan ibu-ibu yang bergabung dalam 24 pengajian tidak saja dari Kota Medan tapi juga dari Belawan dan Tanjung Morawa memadati aula duduk secara lesehan maupun di atas kursi. Tampak hadir pasangan Calon Walikota Medan H Bahdin Nur Tanjung, SE MM dan pasangannya Calon Wakil Walikota Drs H Kasim Siyo, M.Si, tokoh masyarakat Kecamatan Medan Johor H Zulhanuddin Lubis dan lainnya.
Ketua Panitia Hj Rubiah Sembiring mengatakan bahwa kegiatan ini mengetengahkan dua bagian yakni memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw dan mendoakan pasangan Calon Walikota/Wakil Walikota bernomor urut 4, Bahdin-Kasim Siyo agar mendapat ridho Allah SWT menjadi pemimpin di Kota Medan supaya pendidikan anak-anak warga bisa digratiskan.
Sedangkan H Zulhanuddin Lubis mewakili masyarakat Kecamatan Medan Johor menyatakan siap mendukung dan memenangkan pasangan BK 4 serta menitipkan pesan apabila nantinya mendapat izin Allah SWT dan berhasil menjadi pemimpin Kota Medan, agar jangan lupa dan tolong perhatikan masalah ummat.
Dalam tausiyahnya Bahdin mengatakan bahwa sekalipun tanah air kita Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa kaya, namun mengapa rakyatnya masih banyak miskin dan terbelakang. Menurutnya, hal ini tak lain karena banyak pemimpin kita bukan terlahir dari keluarga sakinah. “Jika pemimpin kita terlahir dari keluarga sakinah, insya Allah negeri ini akan menjadi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, yakni negeri yang sejahtera dan diridhoi Tuhan”, ujar Bahdin.
Sementara itu Hj Astri Ivo mengatakan, bangsa Indonesia dewasa ini bukan hanya dilanda krisis ekonomi, energi, infrastruktur, air bersih dan sebagainya, namun yang paling parah adalah krisis moral termasuk krisis keteladanan di kalangan para pemimpin. Banyak pemimpin tidak dapat memberikan ketauladanan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Saw.
Untuk membina keluarga sakinah, kaum ibu jangan hanya menuntut hak azasinya tetapi harus mengemban kewajiban azasi yakni menuntut diri sendiri dan keluarga agar terhindar dari azab Neraka yakni “Qu Anfusakum wa Ahlikum Nara”. Kaum ibu yang tangan kirinya memegang buaian, tangan kanannya dapat menggoyang dunia jika ibu tersebut melengkapi dirinya dengan ilmu pengetahuan umum dan agama.
Jadi keluarga SAMARA (Sakinah, Mawaddah wa Rahmah) itu dapat terwujud antara lain jika rumah tangga sebuah keluarga memiliki orientasi Ilahiyah dan bernuansa Islamiyah dimana dalam rumah tangga itu dipraktekkan syariat Islam dalam segala hal baik dalam melaksanakan ibadah, berpakaian, berbicara dan sebagainya karena kita dituntut untuk dapat berprilaku sesuai dengan perintah Al-Qur’an dan Hadits.
“Sebagai umat Islam kita dituntut dalam segala hal berstandar Hak dan Bathil, bukan baik dan buruk, termasuk dalam memilih pasangan hidup. Sebab banyak wanita yang baik, tapi pakaiannya tidak menutup aurat sehingga tidak layak untuk menjadi pasangan lelaki Muslim, demikian juga sebaliknya banyak lelaki tampan dan kaya namun tidak berprilaku Islami sehingga tidak layak untuk menjadi pasangan wanita Muslimah”, tandas Hj Astri Ivo.
Acara tersebut juga diwarnai dengan pemberian hadiah bagi siapa yang dapat menjawab pertanyaan antara lain “Apa kepanjangan SAMARA?”, “Siapa nama Calon Wakil Walikota yang mendampingi H Bahdin Nur Tanjung?”, “Nomor urut berapa pasangan BK?” dan pertanyaan lainnya yang dijawab penuh antusias dari hadirin yang umumnya kaum ibu yang saling berlomba untuk menjawab sehingga ada pertanyaan yang dianulir (dibatalkan) karena sudah dijawab terlebih dahulu secara beramai-ramai seperti nomor urut pasangan BK dijawab nomor 4 dengan riuhnya.



